IP (Internet Protokol) Address


A.Pengertian dan Fungsi

Alamat komputer dalam jaringan komputer dinamakan IP Address. IP Address ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan titik. Setiap bilangan tersebut berupa salah satu bilangan yang berharga di antara 0-255 (nilai desimal yang mungkin untuk 1 byte/8 bit). Contoh penulisan IP address ialah sebagai berikut: 132.194.122.144. Jadi dengan menggunakan format seperti diatas, jumlah IP address yang tersedia ialah 255 X 255 X 255 X 255 IP address. Setiap komputer yang terhubung ke jaringan harus memiliki 1 IP address dan satu alamat IP address hanya boleh dimiliki oleh satu komputer.

B.Format IP Address

IP Address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8bit-nya. Tiap 8 b it ini disebut oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut :

xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx

Setiap simbol “ x” dapat digantikan oleh angka 0 dan1 misalnya sebagai berikut:

00000100 . 11011100 . 11110001 . 00001001

Notasi IP address dengan bilangan biner seperti di atas tidaklah mudah dibaca dan ditulis. Untuk membuatnya lebih mudah dibaca dan ditulis, IP address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Format penulisan seperti ini disebut dotted decimal notation (notasi decimal bertitik). Setiap bilangan tersebut merupakan nilai dari satu oktet (delapan bit) IP address.

C.Kelas IP Address

IP address terdiri dari 4 buah bilangan 8 bit, maka jumlah IP address yang tersedia ialah 255 x 255 x 255 x 255. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address dikelompokkan dalam kelas-kelas. Tujuannya pembagian IP address ke dalam kelas-kelas adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP address.

IP address dikelompokkan dalam lima kelas: kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. Khusus kelas D diperuntukkan bagi jaringan multicastdan Kelas E untuk keperluan eksperimental.

Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal : network-ID dan host-ID dari suatu IP address. Setiap IP address selalu merupakan sebuah pasangan dari network-ID (identitas jaringan) dan host-ID (identitas host dalam jaringan tersebut).

Network-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan jaringan tempat komputer ini berada.

Host-ID ialah bagian dari IP address yang digunakan untuk menunjukkan workstation, server, routerdan semua host TCP/IP lainnya dalam jaringan tersebut. Dalam semua jaringan, host-ID harus unik (tidak boleh ada yang sama).

Kelas IP     Network-ID
A     1.H.H.H s/d 126.H.H.H
B     128.1.H.H s/d 191.254.H.H
C     192.0.1.H s/d 233.255.254.H

Tabel IP diatas menunjukkan perbandingan range dari Network-ID dari kelas A, B, C. sedangkan untuk perbandingan Host-ID yang dimiliki oleh ketiga kelas tersebut dapat dilihat pada tabel.

Macam-macan kelas IP Address

Perbandingan Host-ID

Kelas IP     Host-ID
A     N.0.0.1 s/d N.255.254
B     N.N.0.1 s/d N.N.255.254
C     N.N.N.1 s/d N.N.N.254

Sedangkan perbandingan IP address untuk kelas A, B dan C terhadap jumlah host dan jaringan yang dapat disediakan masing-masing kelas diperlihatkan pada table berikut :

Perbandingan Jumlah Jaringan dan Host

Kelas IP     Jumlah Jaringan     Jumlah Host
A                    126 16.777             214
B                     16.384 65                534
C                       2.097.152             254

Aturan Dasar Pemilihan Network-ID dan Host-ID

Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network-ID dan host-ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut antara lain :

o Network-ID tidak boleh sama dengan 127. Karena digunakan untuk keperluan loopback. Loopback ialah IP address yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.

o Network-ID dan host-ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1). Jika hal ini dilakukan, network-ID atau host-ID tersebut akan diartikan sebagai alamat broadcast. Broadcast-ID artinya alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat broadcast akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota jaringan tersebut.

o Network-ID dan Host-ID tidak boleh 0 (nol). IP address dengan host-ID 0
diartikan sebagai alamat network. Alamat network ialah alamat yang
digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukkan suatu host.

o Host-ID harus unik dalam satu network. Dalam satu jaringan tidak boleh ada
dua host yang memiliki host-ID yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s