Ingin kugapai hatimu tanpa cintaku


Pelangi itu seakan pudar tertutup salju sore ini
Alunan angin tebarkan pesona indahnya duniaku ini
Terkadang sesuatu yang terlarang pun terasa begitu indah
Begitu pun satu derita berjuta rasa yang kujaga

Mengapa derita ini diberi nama cinta
Mengapa ada yang terluka dan bahagia karenanya
Tapi takdirku mengekangku menikmatinya walau sekali
Karena aku tak ingin buat dia berbeda,wahai teman sejati

Cinta ini sungguh suci dan ini pahala yang fitri
Tapi aku tak tahu masih bisa menatap wajahnya lagi
Penyakit yang berpesta dalam tubuh ini semakin mengekangku
Seakan mengundang malaikat-Nya untuk menuntun ruhku ke alam abadi itu

Apakah jika ku bertahan,aku dapat melihat esok hariku,
Dengan memendam rasa yang menjadi sembilu bagi hatiku?
Walau aku mati dan tubuhku terbaring di atas tanah merah ini,
Yang kuingin hanya ukir sebuah siluet bibir manisnya sekali lagi

Aku tidak bisa menjaga kegembiraan yang ada tepat didepan mata
Ini kesalahanku karena tidak pernah mengungkapkan pada dia betapa kumencintainya
Inginku menjadi matanya, bukanlah menjadi hatinya
Karena ingin kusyukuri setiap yang dilihatnya bukan yang dirasakannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s