Setitik Bara


Detak detik waktu bertasbih seiring laju dunia yang membisu
Seribu satu perasaan telah berteduh sejenak di hatiku
Tapi satu dena yang terasa bagai berjuta duka
Seseorang berkerudung hitam itu tikam pekat jiwa

Tak satu pun mawar yang tak berduri
Namun masih elok mawar itu untuk kupandangi
Tak satu pun lebah yang tak menyengat
Namun masih manis madu yang telah dia buat

Hitam putih hidup ini telah diwarnai dengan hadirmu
Seseorang yang elok bak putri yang tertidur di mimpiku
Sayang tak kepalang, harapan ini hanya menjadi bayangan
Dia jauhi hindari kehadiranku karena sebuah bara dusta kenyataan

Andai saja semua ini bisa dihadapi dengan kedewasaan nurani
Bara pun bisa padam dengan dinginnya pemikiran ini
Dan dijadikan intan yang terindah di kefanaan dunia
Yang abadi terkalung di lehermu sampai di surga mulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s