Setitik Cinta


Pagi ini terasa berbeda saat bertemu denganmu.
Tak satu pun kata yang menari dari mulutku untukmu.
Apakah yang kurasa ini??
Apakah salah satu rizqi titipan illahi?

Tapi seperti mimpi di kisah 2002 malamku jika ini rasa cinta.
Akankah mahluk hina seperti ku patut memilihi rasa bak berlian ini?
Namun ada tiada rindu yang selalu membuatku selalu mengingatkanku.
Hanya ingin bercanda dan tertawa dengan dia walau sekejap.

Rindu rindu rindu hatiku.
Sudah terlalu lama rasaku tertidur dari rasa ini.
Tapi maaf jika kutak bisa mencintaimu sepenuh hati.
Akan kubiarkan kau pergi tersenyum di pelukan ikhwan idamanmu.

Biarkan ku bahagia dengan kepedihan diri dan kesepian cinta ini.
Biar kubakar dengan api cemburu semua perasaan ini.
Agar jadi debu, hangus dan berbau peluh akan kefanaanku.
Sungguh rasa ini milik-Nya dan kita harus syukurinya.

Syukuri ni’mat illahi yang indah ini,
Dan biarkan senyummu dan sedihku berdansa di atas pelangi surgawi.
Berbahagialah dengan bunga yang tertancap di hatimu dan di hatinya.
Maaf jika hati ini tidak bisa lagi merindukanmu sepenuh jiwa.

Sungguh dilema cinta yang pahit untuk kutulis.
Tapi ini jalan takdir yang telah tertulis di atas lauhul mahfud.
Jangan pernah engkau menoleh kebelakang, kepada diriku.
Biarkan cinta ini bertasbih dengan jutaan pasir di pantai.

My faith walks on broken glass.

One thought on “Setitik Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s